Galeri Busana Adat Jawa
Menu

Jual Blangkon Kain Batik Murah Model Jogja

KategoriBlangkon, Blangkon Batik, Blangkon Gaya Jogja, Blangkon Sliwir
KodeBJ113
Di lihat1029 kali
Nama ProdukBlangkon Batik Sliwir
Gaya/ModelJogja (Yoygyakarta)
BahanKain
Motif GambarBatik Full
Harga Rp 50.000
Beli Sekarang

Detail Produk Jual Blangkon Kain Batik Murah Model Jogja

Jual Blangkon Kain Batik Murah Model Jogja

  • Nama Produk: Blangkon Batik Sliwir
  • Gaya/Model: Jogja (Yogyakarta)
  • Motif Gambar: Batik Full
  • Bahan: Kain
  • Kode Produk: BJ113

NB:
Mohon maaf untuk para pembeliku semua, dikarenakan produk Blangkon ini adalah hasil kerajinan tangan maka tidak menutup kemungkinan motif / corak batiknya tidak bisa sama persis seperti pada display. Namun model dan bentuk tetap sama seperti di display.

Blangkon adalah tutup kepala yang dibuat dari batik dan digunakan oleh kaum pria sebagai bagian dari pakaian tradisional Jawa. Blangkon sebenarnya bentuk praktis dari iket yang merupakan tutup kepala yang dibuat dari batik dan digunakan oleh kaum pria sebagai bagian dari pakaian tradisional Jawa.

Bagi Anda yang ingin nguri-uri budaya jawa, ayo budayakan memakai blangkon. Dadi wong jowo ojo ngasi ilang jawane dan jangan ngaku orang jawa kalo belum pakai blangkon. hehe..

Asal Usul Sejarah Blangkon

Tidak ada catatan sejarah yang pasti akan asal muasal orang Jawa memakai iket sebagai penutup kepala. Iket telah tersebut dalam legenda Aji Saka, pencipta tahun Saka atau tahun Jawa, sekitar 20 abad yang lalu dimana Aji Saka berhasil mengalahkan Dewata Cengkar hanya dengan menggelar kain penutup kepala yang kemudian dapat menutupi seluruh tanah Jawa.

Selain itu, ada cerita-cerita bahwa iket adalah pengaruh budaya Hindu dan Islam. Para pedagang dari Gujarat yang keturunan Arab selalu mengenakan sorban, kain panjang yang dililitkan di kepala, yang kemudian menginspirasi orang Jawa memakai ikat kepala seperti mereka. Cerita lain mengatakan, di satu waktu akibat peperangan kain menjadi barang yang sulit didapat sehingga petinggi keraton meminta seniman untuk menciptakan ikat kepala yang lebih efisien yaitu blangkon.

Seorang ahli kebudayaan bernama Becker yang meneliti tata cara pembuatan blangkon mengatakan, “That an object is useful, that it required virtuoso skill to make – neither of these precludes it from also thought beatiful. Some craft generate from within their own tradition a feeling for beauty and with it appropriete aesthetic standards and common of taste”. Pada jaman dahulu, blankon memang hanya dibuat oleh para seniman yang ahli dengan pakem (aturan) tentang iket. Semakin memenuhi pakem yang ditetapkan, maka blangkon tersebut akan semakin tinggi nilainya.

Ada juga sumber yang mengatakan bahwa penutup kepala ini sengaja di cipta para raja melalui para seniman karena pada jaman itu mereka mengalami krisis kain. Biasanya mereka menggunakan ikat kepala persegi berukuran 105 cm x 105 cm. Namun dengan blangkon ini bisa menghemat setengahnya.

Tak ubahnya dengan topi penghias kepala ini juga dibuat dengan cara yang sangat rapi dan memperhatikan unsur keindahan. Sejak jaman dulu telah dipercaya bahwa rambut atau kepala yang dalam bahasa Jawa Mustoko dianggap sebagai sesuatu yang harus diperlakukan dengan cara istimewa.

Oleh karena itu para seniman membuat blangkon bukan hanya sebagai alat untuk melindungi kepala. Selain bisa melindungi dari terik panas dan hujan penutup kepala ini diharap mampu memancarkan keindahan dan kegagahan.

Usut punya usut ternyata blangkon memiliki filosofi transcendental antara mahluk dengan pencipta -Nya. Bila diperhatikan maka blangkon akan memiliki dua ujung kain yang mana satu mensimbolkan syahadat Tauhid dan satu lagi mensimbolkan syahadat Rasul.

Bila dua syahadat tersebut disatukan maka akan menjadi syahdat ‘ain. Bila pertemuan dua syahadat tersebut diletakan diatas kepala artinya berada di tempat yang terhormat. Harapannya segala pemikiran yang keluar dari kepala didasarkan pada sendi-sendi Islam.

Kini dalam perkembangan waktu, dari ikat kepala juga dapat diketahui asal usul seseorang. Di dalamnya terdapat identitas yang di wakili oleh wiron, jabehan, cepet, waton, kuncungan, corak dan ragam hiasnya.

Semakin tinggi nilai yang diwakili maka kelas sosial pengguna blangkon dipastikan akan semakin tinggi pula. Namun tetap saja nilai utama yang hendak disampaikan adalah bentuk pengendalian diri. Jangan sampai kepala sebagai pusat dari tindak tanduk tidak terkontrol dengan baik.

Nilai filosofis lain yang ada terlihat dari ada tidaknya mondolan. Konon mondolan adalah bentuk representasi dari orang Jawa khususnya Jogja yang suka menyembunyikan perasaan. Perasaan yang disembunyikan tersebut pada akhirnya akan muncul juga.

Tapi anggapan ini ditepis oleh para ahli sejarah. Dari sumber yang ada mondolan ini digunakan Belanda sebagai bagian dari perang Devide Et Impera yang mana kala itu untuk Kerajaan Surakarta mereka telah menggenal alat cukur sehingga sering potong rambut dan membuat rapi.

Sebagai bagian dari taktik devide et impera, VOC menengahi dan memanfaatkan konflik internal kerajaan Mataram. Setelah ditandatanganinya perjanjian Gianti (1755) Kesultanan Mataram terbagi menjadi dua yaitu Yogyakarta dan Surakarta. Masyarakat di kedua daerah ini kemudian tumbuh dengan caranya sendiri-sendiri. Salah satunya adalah pria Jogya masih berambut panjang dan menggelung rambutnya, sementara pria Surakarta karena lebih dekat dengan orang-orang Belanda terlebih dahulu mengenal cara bercukur.

Walaupun kemudian orang mulai banyak berambut pendek dan menggunakan blangkon (tidak lagi iket), untuk sebuah pembedaan maka dibuatlah mondholan yang dijahit langsung pada blangkon dari Jogya. Itu mengapa blankon dengan mondolan dapat ditemukan di Jogya, sementara yang trepes ditemukan di Solo. Sementara itu Kerajaan Yogyakarta belum begitu mengenal alat cukur sehingga rambut tetap panjang. Agar tetap rapi maka diikat di bagian belakang dan menunjukan mondolnya.

Pada perkembangannya kemudian, blangkon yang awalnya menjadi pelindung kepala yang mempunyai nilai filosofis tinggi kemudian menjadi sebuah simbol atau identitas kelompok serta status sosial dari masyarakat penggunanya. Hal ini ditandai dengan adanya wiron, jabehan, cepet, waton, kuncungan, corak dan ragam hiasnya.

Pesan Blangkon Sesuai Keinginan

Kami juga melayani pesanan partai besar untuk mensuppli atau memasok toko Anda khusus untuk produk blangkon dengan model dan ukuran sesuai yang Anda inginkan.

Dapatkan juga harga grosir untuk pemesanan dalam jumlah partai besar. Anda bisa mendapatkan potongan harga yang istimewa ketika Anda membeli blangkon dalam jumlah banyak.

Bisnis Mudah Tanpa Modal dan Menguntungkan

Anda ingin mencari pekerjaan sampingan atau pekerjaan utama sekalipun, maka disini kami akan memberikan peluang yang bagus untuk Anda yang sedang bingung mencari pekerjaan.

Kami menyediakan banyak produk-produk busana jawa yang memiliki banyak peminatnya. Salah satunya adalah produk yang satu ini. Bagi Anda yang ingin mendapatkan peluang usaha baru, Anda bisa mencoba bisnis ini, yaitu dengan menjadi dropshipper kami.

Dropship adalah sistem dan pola bisnis yang popular terutama sejak kemunculan dunia digital internet. Dengan pola dropship, ada banyak pihak yang terbantu baik itu supplier, dropshipper dan konsumen atau pembeli. Supplier adalah pemilik barang yang memiliki stok, dropshipper adalah pihak penjual (marketer dan seller) yang menjual barang milik supplier, dan konsumen adalah pembeli yang membeli barang dari dropshipper.

Dengan menjadi Dropshipper memungkinkan Anda untuk membeli produk di sini dan menjual kembali atas nama penjual. Produk yang dibeli disini akan dikirim langsung ke pembeli sesuai dengan alamat pengiriman dan alamat tujuan yang Anda kirimkan kepada kami nanti.

Keuntungan Menjadi Dhropshipper Kami

  • Anda tidak perlu modal untuk memulai usaha Anda.
  • Anda tidak perlu gudang atau tempat untuk menyimpan barang dagangan Anda.
  • Anda tidak perlu repot mengurus stok barang Anda.
  • Anda tidak perlu melakukan pengiriman barang, karena kami yang akan mengurusi hal tersebut.
  • Praktis, resiko sangat kecil dan bisa dijalankan dimanapun.

Berdagang itu halal dan berkah uangnya, apalagi kalo kita berdagang sambil nguri-nguri budaya. Mari berwirausaha untuk bersama-sama memajukan perekonomian bangsa kita.

Rp 98.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeBJ141
Nama BarangBlangkon Sliwir Koncer Gaya Jogja Warna Hitam Kombinasi Batik Merah
Harga Rp 98.000
Lihat Detail
Rp 85.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeBJ107
Nama BarangJual Blangkon Lipat Batik Gaya Jogja Sliwir
Harga Rp 85.000
Lihat Detail
Rp 95.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeBJ144
Nama BarangTerbaru Blangkon Jawa Model Jebeh Gaya Jogja Warna Hitam Kombinasi Strip Merah
Harga Rp 95.000
Lihat Detail
Rp 50.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeBJ120
Nama BarangJual Blangkon Kuncung Batik Sliwir Pendek Model Solo
Harga Rp 50.000
Lihat Detail

Recent Search Terms